Selasa, Juni 9, 2026

Refleksi Hari Lahir Bung Karno: Asep Denda Triana Serukan Penguatan Persatuan dan Keadilan Sosial ‎

‎Jakarta, 6 Juni 2026 – Bangsa Indonesia hari ini memperingati Hari Lahir Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno atau yang akrab dikenal sebagai Bung Karno. Lahir pada 6 Juni 1901, Bung Karno dikenang sebagai Proklamator Kemerdekaan, penggali Pancasila, sekaligus tokoh yang meletakkan fondasi kebangsaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

‎Peringatan Hari Lahir Bung Karno setiap tanggal 6 Juni memiliki makna yang sangat penting bagi perjalanan bangsa. Tidak hanya sebagai penghormatan kepada jasa-jasa beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial yang menjadi warisan pemikirannya.

‎Bulan Juni sendiri dikenal sebagai “Bulan Bung Karno” karena memuat sejumlah peristiwa bersejarah yang berkaitan erat dengan Sang Proklamator, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni. Momentum ini menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran dan perjuangan Bung Karno dalam membangun identitas nasional Indonesia.

‎Menanggapi peringatan Hari Lahir Bung Karno tahun 2026, Asep Denda Triana, S.H Pengurus Ikatan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Bung Karno (IMMH UBK), menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno masih sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan saat ini.

‎”Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, tetapi juga mewariskan cita-cita besar tentang keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan persatuan nasional. Hari Lahir Bung Karno harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh anak bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan perjuangan membangun Indonesia yang berkeadilan,” ujar Asep Denda Triana.

‎Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab historis untuk melanjutkan perjuangan Bung Karno melalui kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pendidikan, hukum, sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

‎”Sebagai generasi penerus, kita tidak cukup hanya mengenang Bung Karno melalui seremoni. Yang lebih penting adalah mengimplementasikan pemikiran beliau dalam kehidupan sehari-hari, menjaga persatuan bangsa, menegakkan hukum yang berkeadilan, serta memastikan bahwa pembangunan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

‎Bahwa pesan Bung Karno tentang JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) tetap relevan sebagai pengingat agar bangsa Indonesia tidak melupakan perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

‎sebuah semboyan yang dipopulerkan dari pidato terakhir Presiden Soekarno pada HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1966 yang berjudul “Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!”

‎Peringatan Hari Lahir Bung Karno tahun 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat nasionalisme, memperkokoh persatuan dalam keberagaman, serta melanjutkan cita-cita Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
‎”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.” Semangat tersebut terus hidup dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, maju, dan bermartabat.

‎(Katnata. R)

Baca Juga

Siaran Pers

Reportase

- Advertisement -spot_img

Peristiwa