Rabu, September 9, 2026

PILKADES AMANSARI MULAI MEMANAS, H. ADE EKO NYATAKAN SIAP BERTARUNG: “JABATAN ADALAH IBADAH”

 

KARAWANG  | DPD IWOi Karawang.com | Bursa kandidat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mulai menjadi perhatian publik.

H.Ade Eko secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju dan bertarung memperebutkan kepercayaan masyarakat.
Mengusung slogan
“AMANSARI BERSERI”,
Rabu,2/9/2026.

H. Ade Eko membawa pesan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi pemerintahan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi Ade Eko, keputusan untuk maju bukan semata-mata mengejar kekuasaan.

“Ibadah itu simple. Dengan menjabat kepala desa, itu bisa dijadikan ibadah. Yang penting dari niat hati,” ujar H. Ade Eko.

Hasil dari musyawarah antara pihak keluarga dan para tokoh, dari
Tokoh masyarakat,pemuda dan tokoh agama juga keluarga dekat dan handai tolan keluarlah niat
H Ade eko siap untuk maju mencalonkan diri sebagai Balon kepala desa amansari,

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran arah politik yang ingin dibangunnya, jabatan adalah sebagai sarana pengabdian, bukan tujuan akhir.

Baca Juga  Puluhan Ketua DPD Hadiri Rakor IWO Indonesia Se-Jawa Barat di Bandung

“AMANSARI BERSERI, TANTANGAN UNTUK MEMBAWA PERUBAHAN”

Slogan “Amansari Berseri” tidak hanya diposisikan sebagai jargon. H. Ade Eko ingin menjadikannya sebagai semangat untuk mendorong pemerintahan desa yang lebih amanah, terbuka, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dukungan terhadap pemuda, kegiatan sosial-keagamaan hingga penguatan budaya gotong royong.

Menurutnya, kepala desa harus mampu turun langsung mendengar suara masyarakat.
“Kalau masyarakat memberikan amanah, maka amanah itu harus dijaga dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

BUKAN SEKADAR MENCARI JABATAN

H. Ade Eko menilai seorang kepala desa tidak boleh hanya hadir ketika membutuhkan dukungan politik. Setelah terpilih, pemimpin harus tetap dekat dengan masyarakat dan membuka ruang komunikasi.
Ia juga mengajak masyarakat Amansari agar menjadikan Pilkades sebagai momentum adu gagasan, visi, misi, dan program, bukan ajang memecah persaudaraan.

Baca Juga  Sakhe dan Wahyu Permana Klarifikasi Video MBG kepada KH Junaedi Albagdadi

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam demokrasi. Yang jauh lebih penting adalah menjaga persatuan masyarakat setelah pesta demokrasi selesai.

“SIAP BERTARUNG, SIAP MENGABDI”

Dengan pernyataan kesiapannya maju, H. Ade Eko kini menjadi salah satu figur yang mulai diperbincangkan dalam dinamika Pilkades Amansari.

Namun pertarungan sesungguhnya bukan hanya soal siapa yang paling kuat secara politik. Masyarakat akan menilai siapa yang memiliki visi jelas, program realistis, integritas, serta keberanian untuk benar-benar bekerja ketika mendapatkan amanah.

H. Ade Eko pun menegaskan bahwa dirinya siap mengikuti proses demokrasi dan menyerahkan keputusan akhir kepada masyarakat Amansari.
“Saya siap mengabdikan diri. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, saya siap menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Kini, slogan “AMANSARI BERSERI” mulai digaungkan sebagai identitas perjuangan H. Ade Eko menuju Pilkades Amansari.
Siap bertarung bukan untuk sekadar mendapatkan jabatan, tetapi untuk menjadikan jabatan sebagai jalan pengabdian.

(Red)

Baca Juga

Siaran Pers

Reportase

- Advertisement -spot_img

Peristiwa